KETAATAN: ANALISIS EKSEGETIS-TEOLOGIS ATAS RESPONS DEFENSIF SAUL DALAM 1 SAMUEL 13:11

Penulis

  • Yustina Miyarti Penulis
  • Agus Sistyo Widjajati Penulis
  • Adi Prasetyo Wibowo Penulis
  • Agus Suhariono Penulis

Kata Kunci:

ketaatan, Saul, 1 Samuel, Eksegesis, Otoritas ilahi, Teologi Kepemimpinan

Abstrak

ABSTRACT

 

This study examines the theological nature of obedience through an exegetical analysis of Saul’s defensive response in 1 Samuel 13:11. Using a qualitative-exegetical method, this study investigates lexical, narrative, and theological dimensions of the text within the broader framework of Deuteronomistic history. The analysis is further structured through descriptive, diagnostic, predictive, and prescriptive stages to clarify the theological logic of Saul’s failure. The findings show that Saul’s response is not a confession of guilt but a structured justification shaped by fear, situational pressure, and pragmatic reasoning. His act of offering sacrifice outside divinely ordered authority reflects not merely ritual error but a deeper theological failure: the displacement of divine command by empirical calculation. This study argues that Saul’s speech reveals a pattern of “conditional obedience,” in which obedience is maintained only so long as circumstances remain favorable. The article contributes to Old Testament theology by showing that disobedience in 1 Samuel 13:11 is simultaneously moral, theological, and epistemological. The implications of the study suggest that true obedience is covenantal rather than situational, and that spiritual leadership collapses when human perception is allowed to supersede divine authority.

 

Keywords: obedience, Saul, 1 Samuel, exegesis, divine authority, leadership theology

 

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji hakikat teologis ketaatan melalui analisis eksegetis terhadap respons defensif Saul dalam 1 Samuel 13:11. Dengan menggunakan metode kualitatif-eksegetis, penelitian ini menyelidiki dimensi leksikal, naratif, dan teologis dari teks dalam kerangka yang lebih luas dari sejarah Deuteronomistik. Analisis ini selanjutnya disusun melalui tahap deskriptif, diagnostik, prediktif, dan preskriptif untuk menjelaskan logika teologis dari kegagalan Saul. Temuan menunjukkan bahwa respons Saul bukan merupakan pengakuan kesalahan, melainkan pembenaran yang terstruktur yang dibentuk oleh ketakutan, tekanan situasional, dan penalaran pragmatis. Tindakannya mempersembahkan korban di luar otoritas ilahi yang telah ditetapkan mencerminkan bukan sekadar kesalahan ritual, tetapi kegagalan teologis yang lebih dalam, yaitu penggantian perintah ilahi oleh perhitungan empiris. Penelitian ini berargumen bahwa perkataan Saul mengungkap pola “ketaatan bersyarat,” di mana ketaatan dipertahankan hanya selama keadaan tetap menguntungkan. Artikel ini berkontribusi pada teologi Perjanjian Lama dengan menunjukkan bahwa ketidaktaatan dalam 1 Samuel 13:11 bersifat sekaligus moral, teologis, dan epistemologis. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa ketaatan sejati bersifat kovenantal, bukan situasional, dan bahwa kepemimpinan rohani runtuh ketika persepsi manusia diizinkan menggantikan otoritas ilahi.

 

Kata kunci: ketaatan, Saul, 1 Samuel, eksegesis, otoritas ilahi, teologi kepemimpinan

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Aitken, J. K. (Ed.). (2011). Tyndale Old Testament Commentaries: 1 Samuel. IVP Academic.

Alter, R. (2011). The Art of Biblical Narrative. Basic Books.

Arifianto, Y. A. (2023). Mereduksi banalitas moral dan karakter pemimpin Kristen: Studi kepemimpinan Ahab dalam 1 Raja-raja 21. DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 3(1).

Arnold, B. T. (2003). 1 & 2 Samuel. Zondervan.

Bar-Efrat, S. (2004). Narrative Art in the Bible. T&T Clark.

Bergen, R. D. (1996). 1, 2 Samuel. Broadman & Holman.

Bible Hub. (n.d.). 1 Samuel 13:9 study resources.

Bible Hub. (n.d.). 1 Samuel 13:11 Strong’s and lexical resources.

Birch, B. C. (1976). The Rise of the Israelite Monarchy: The Growth and Development of 1 Samuel 7–15. Scholars Press.

Blegur, R., Manihuruk, M., & Darmawati, L. (2022). Dimensi etis-teologis kegagalan kepemimpinan Raja Saul: Sebuah antisipasi bagi pemimpin Kristen masa kini. Jurnal, 2(1), 13–23.

Brueggemann, W. (1990). First and Second Samuel. John Knox Press.

Fokkelman, J. P. (1993). Narrative Art and Poetry in the Books of Samuel (Vol. 2). Van Gorcum.

Goldingay, J. (2003). Old Testament Theology: Israel’s Gospel. InterVarsity Press.

Grisanti, M. A., & Carroll R., J. D. (Eds.). (2003). Giving the Sense: Understanding and Using Old Testament Historical Texts. Kregel.

Halawa, D. T., Stevanus, K., & Yulianto, T. (2024). Pendekatan pendidikan agama Kristen anak: Parenting anak dalam keluarga Kristen di era teknologi digital. HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen, 9(1), 92–105.

Hariyanto, Y., & Yulianto, T. (2026). Membangun karakter dan moralitas siswa melalui Pendidikan Agama Kristen: Sebuah analisis teologis dan pedagogis. Tarombo Journal of Social Sciences, 1(1), 1–15.

Hasibuan, N., Septia, A., & Lumbanraja, S. (2024). Perjalanan Samuel mengurapi Saul dan Daud menjadi raja atas Israel. Jurnal, 1(2), 73–81.

Loru, A., & Stevanus, K. (2025). Dari kenosis ke kepemimpinan hamba: Filipi 2:6–8 sebagai model teologis bagi transformasi gereja masa kini. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 6(2), 123–139.

Manihuruk, A. N., Yulianto, T., & Parintak, O. (2025). Confidential prayer full of power and carrying cross deny self: Study theological to transformative spiritual life. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 14(2), 289–298. http://dx.doi.org/10.22202/mamangan.v14i2.9615

Mayes, A. D. H. (1983). The Story of Israel between Settlement and Exile: A Redactional Study of the Deuteronomistic History. SCM Press.

McCarter, P. K., Jr. (1980). I Samuel. Doubleday.

Ngamon, D. A. (2022). Pemimpin sebagai sarana pertumbuhan spiritualitas jemaat: Analisis Keluaran 18:21. TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2, 170–185.

Osborne, G. R. (2006). The Hermeneutical Spiral: A Comprehensive Introduction to Biblical Interpretation. InterVarsity Press.

Peruge, G. L. (2021). Penolakan Allah dalam 1 Samuel 15:1–35 beserta implikasinya. Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 48–60.

Prayitno, B. A. T., & Yulianto, T. (2024). Contribution of the sociology of religion in the perspective of dogmatic theology. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 13(2), 76–87. http://dx.doi.org/10.22202/mamangan.v13i2.6419

Rakhmat, J. (2021). Psikologi Komunikasi. Simbiosa Rekatama Media.

Römer, T. (2005). The So-Called Deuteronomistic History: A Sociological, Historical and Literary Introduction. T&T Clark.

Sanjaya, Y. (2024). Transformative leadership: Exploration of the combination of Christian values and technological advances in the digital era. KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen dan Pemberdayaan Jemaat, 5(2), 93–107. https://doi.org/10.34307/kinaa.v5i2.174

Schön, D. A. (1983). The Reflective Practitioner: How Professionals Think in Action. Basic Books.

Senjaya, S., Setiawan, T., Yulianto, T., & Harianto, Y. H. (2022). Mentalitas silo ditinjau dari perspektif Alkitab. Jurnal Teologi Berita Hidup, 5(1), 13–24. https://doi.org/10.38189/jtbh.v5i1.260

Simon, Dully, S., Yulianto, T., & Wibowo, A. P. (2021). Pandemi COVID-19 dalam perspektif teologi Pentakosta. Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia, 1(1), 65–77.

Sinukaban, E. A. (2025). Model kepemimpinan gembala sidang dalam terang narasi teologis Injil Yohanes. SABAR: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 2(3), 206–221.

Solon, M., & Siagian, R. R. (2026). Perspektif jemaat terhadap ketaatan dan kepercayaan pemimpin. Optimal: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 6(2).

Strong, J. (1890). The Exhaustive Concordance of the Bible. Hendrickson.

Tambun, R. H. I., & Afaradi, A. (2025). Kepemimpinan Kristen sebagai kesaksian iman dalam masyarakat modern. REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen, 3(2), 242–254.

Tedjo, T., Setiawan, T., Simanjuntak, F., Yulianto, T., & Sanyoto, K. P. (2022). Contextualization of the gospel in the context of the life of the Dani tribe in Papua. International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Sciences, 3(1), 130–136.

Tsumura, D. T. (2007). The First Book of Samuel. Eerdmans.

von Rad, G. (1962). Old Testament Theology (Vol. 1). Harper & Row.

Waltke, B. K., & O’Connor, M. (1990). An Introduction to Biblical Hebrew Syntax. Eisenbrauns.

Waruwu, L. (2025). Kepemimpinan Yosua: Model kepemimpinan berbasis iman dan ketaatan. DOREA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 3(1), 29–38.

Yulianto, T. (2018). Injil Markus. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2018). Injil Yohanes. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2018). Kitab Galatia, Efesus dan Filipi. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2019). Kitab Roma. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T. (2022). Aplikasi Kehidupan untuk Remaja dan Dewasa: Kitab Kolose, 1 & 2 Tesalonika. CV. AA. Rizky.

Yulianto, T., & Wibowo, F. A. (2026). Revisiting divine sovereignty and righteous suffering: A critical theological analysis of the book of Job. Journal of Social and Society Tarombo, 1(1), 19–31.

Zebua, W. Y., & Topayung, S. L. (2025). Taat sebelum hebat: Rahasia kepemimpinan Kristen yang bertumbuh dari ketundukan. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi, 3(2), 352–366.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-02

Cara Mengutip

KETAATAN: ANALISIS EKSEGETIS-TEOLOGIS ATAS RESPONS DEFENSIF SAUL DALAM 1 SAMUEL 13:11. (2026). Tarombo: Journal of Heritage, Faith, and Culture, 1(01). https://tarombojhfc.com/index.php/tjhfc/article/view/4

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.