APAKAH PLURALISME AGAMA MERUPAKAN SOLUSI BIBLIKAL TERHADAP PERDAMAIAN?
Kata Kunci:
pluralisme agama, damai biblika, shalom, apologetika, eksklusivisme, teologi Kristen.Abstrak
Pluralisme agama sering dipresentasikan sebagai solusi damai untuk menyelesaikan konflik antaragama dalam dunia yang multikultural. Dalam diskursus kontemporer, pluralisme tidak lagi dipahami semata-mata sebagai fakta sosiologis tentang keberagaman agama, tetapi sebagai posisi teologis-filosofis yang menyatakan bahwa semua agama merupakan jalan yang sama-sama sah menuju kebenaran tertinggi dan keselamatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis apakah pluralisme agama dapat dipandang sebagai solusi biblika bagi perdamaian. Dengan menggunakan metode kualitatif teologis-apologetis, penelitian ini menganalisis akar konseptual pluralisme, hubungannya dengan konsep damai dalam Alkitab, serta implikasinya bagi teologi dan misi Kristen.
Kajian-kajian terbaru mengenai dialog antaragama dan pembangunan perdamaian menunjukkan bahwa koeksistensi damai dapat diperkuat melalui keterlibatan dialogis dan kerja sama sosial. Namun, perkembangan tersebut tidak menyelesaikan persoalan teologis mengenai klaim kebenaran yang saling bertentangan (McDowell, 2021; Crișan, 2023; Kim & Kim, 2024; Hussein et al., 2025; Udoekpo, 2026).
Temuan penelitian menunjukkan bahwa pluralisme, meskipun menarik sebagai strategi sosial, gagal menyediakan perdamaian yang berlandaskan Alkitab karena merelatifkan kebenaran, melemahkan identitas Kristen, dan mengaburkan keunikan Yesus Kristus. Sebaliknya, damai biblika (shalom) berakar pada kebenaran, rekonsiliasi dengan Allah, dan transformasi relasi manusia melalui Kristus (Netland, 2001; D’Costa, 2009; Newbigin, 1989; Ronda, 2025).
Referensi
Crișan, A.-M. (2023). Pierre Claverie: Weakening the truth—A Catholic post-conciliar model of understanding religious plurality. Religions, 14(12), 1462. https://doi.org/10.3390/rel14121462
D’Costa, G. (2009). Christianity and world religions: Disputed questions in the theology of religions. Wiley-Blackwell.
Heim, S. M. (1995). Salvations: Truth and difference in religion. Orbis Books.
Hick, J. (2004). An interpretation of religion: Human responses to the transcendent (2nd ed.). Yale University Press.
Hussein, A. K., Hazem, A. H., & Kamil, D. F. (2025). Communicative functions used in Pope’s 2021 speech in Iraq: A critical discourse analysis of religious pluralism. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 25(1), 134–150. https://doi.org/10.22373/jiif.v25i1.23949
Kim, J., & Kim, A. E. (2024). Religious pluralism and a study on Daisaku Ikeda’s thoughts on interreligious dialogue. Religions, 15(12), 1501. https://doi.org/10.3390/rel15121501
Knitter, P. F. (2002). Introducing theologies of religions. Orbis Books.
McDowell, P. (2021). The Irish Churches Peace Project: A catalyst for peace. Irish Theological Quarterly, 86(1), 3–20. https://doi.org/10.1177/0021140020977624
Netland, H. A. (2001). Encountering religious pluralism: The challenge to Christian faith and mission. IVP Academic.
Newbigin, L. (1989). The gospel in a pluralist society. Eerdmans.
Parihala, Y. (2020). Reclaiming Jesus as source of peace in Luke 12:49–53 in responding to religious radicalism in Indonesia. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 76(4), a6088.
Plantinga, C., Jr. (1995). Not the way it’s supposed to be: A breviary of sin. Eerdmans.
Rabie-Boshoff, A. C. (2022). Imago mundi: Justice of peace. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 78(2), a7611. https://doi.org/10.4102/hts.v78i2.7611
Ronda, D. (2025). Shalom as a theological foundation for reconciliation: Implications for Christian leadership in contemporary Indonesian society. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 9(2), 245–262. https://doi.org/10.46445/ejti.v9i2.834
Udoekpo, M. U. (2026). Reinforcing interfaith dialogues among religions in Nigeria: Recipes for conflict transformation in communities. Religions, 17(4), 439. https://doi.org/10.3390/rel17040439
Volf, M. (1996). Exclusion and embrace: A theological exploration of identity, otherness, and reconciliation. Abingdon Press.
Wolterstorff, N. (2008). Justice: Rights and wrongs. Princeton University Press.







